Borneohits.com – Untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga jelang Nataru, Pemprov Kalteng melakukan pemantauan terpadu terhadap kondisi pasar.
Dipimpin Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, kegiatan ini melibatkan Forkopimda serta instansi terkait.
Kunjungan dilakukan ke pasar tradisional, jalur distribusi pangan, dan gudang Bulog. Harga cabai terpantau naik menjadi Rp110.000 per kilogram, dipicu faktor cuaca dan distribusi.
Meski demikian, Pemprov memastikan pasokan pangan, terutama beras, berada pada kondisi aman.
Bulog Kalteng mencatat stok beras sebanyak 15.135 ton, ditambah rencana kedatangan 12.000 ton awal tahun.
Dengan penyaluran 35 ton per hari, Bulog menilai kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi.
Pemprov Kalteng juga menegaskan bahwa pasar murah dan operasi pasar akan terus dilaksanakan.
Selain itu, harga LPG 3 kg menjadi perhatian, dan pemprov meminta pangkalan menaati harga resmi Rp22.000.
Bulog menegaskan siap menyerap gabah pada Maret mendatang, termasuk hasil panen lokal yang sempat terdampak cuaca. (red)












