Beranda » Berita » News » Peristiwa » Astaga! Diduga Karena Tak Dibelikan Buku dan Pulpen, Murid SD Gantung Diri

Astaga! Diduga Karena Tak Dibelikan Buku dan Pulpen, Murid SD Gantung Diri

Surat Siswa Sd Bunuh Diri
Surat bertulis tangan yang diduga ditulis YS sebelum ditemukan gantung diri. (Ist)

Borneohits.com – Seorang murid sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri. Korban ditemukan tak bernapas saat dievakuasi.

Bocah laki-laki usia 10 tahun berinisial YS ini gantung diri di pohon cengkih setinggi 15 meter di kebun milik neneknya pada Kamis (29/1/2026). Pohon itu hanya berjarak sekitar 3 meter dari pondok.

“Polisi datang evakuasi, kondisinya sudah tidak ada napas,” kata Camat Jerebuu, Bernardus H Tage, dilansir detikcom, Selasa (3/2/2026).

Bocah itu sehari-hari hidup bersama neneknya di pondok, sedangkan orang tuanya tinggal di desa tetangga.

Sebelum kejadian, Rabu (28/1/2026), korban sempat menginap di rumah orang tuanya. Paginya dia kembali ke pondok. Namun, pagi itu ternyata YS itu tidak pergi sekolah, justru ditemukan tewas tergantung.

Polri Bongkar Sindikat STNK–BPKB Palsu Lintas Provinsi, Terungkap Pertama di Kalsel

Saat kejadian itu, neneknya tidak ada di pondok tersebut. Nenek YS berada di rumah tetangga sejak malam untuk membantu memecah kemiri. Neneknya mengetahui YS gantung diri setelah diberi tahu oleh warga.

“Omanya bantu pecah kemiri di rumah tetangga. Nginap di rumah tetangga. Korban ini malamnya tidur di rumah orang tuanya,” jelas Bernardus.

Sepucuk Surat

Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi YS (10). Korban menulis sosok ibunya dalam surat itu.

Surat itu ditulis YS menggunakan bahasa daerah Bajawa. Satu baris surat itu berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap ibunya. Dalam surat itu, YBR menyebut ibunya pelit. Selebihnya, surat itu berisi ungkapan perpisahan kepada ibunya.

Berikut isi surat YS kepada ibunya:

Pemko Palangka Raya Raih Predikat SAKIP BB dan Penghargaan WBK

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama)

Produksi Beras Kalteng Turun Hampir 9 Persen, Ini Penjelasan BPS

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan surat itu ditulis korban.

“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” kata Benediktus melalui sambungan telepon, Selasa (3/2/2026).

Belum diketahui penyebab kekecewaan YS terhadap ibunya. Beredar kabar bawah korban kecewa karena tak dibelikan buku tulis oleh ibunya. Benediktus belum bisa mengonfirmasinya.

“Masih pendalaman,” ujarnya. (*)

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.