Borneohits.com – Realisasi anggaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh hingga akhir Agustus 2026 telah mencapai 46,66 persen. Di tengah capaian tersebut, rumah sakit masih menghadapi kendala regulasi dalam pelaksanaan belanja jasa tenaga kesehatan.
Direktur RSUD Muara Teweh, dr. Hj. Wahidah Asurawati, menyampaikan perkembangan tersebut saat memaparkan kondisi keuangan dan pelaksanaan program rumah sakit dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Pembangunan Kabupaten Barito Utara di Gedung Balai Antang, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan paparan, realisasi keuangan APBD RSUD Muara Teweh hingga 28 Agustus 2026 mencapai Rp17,63 miliar atau 46,66 persen. Sementara realisasi fisiknya tercatat sebesar 50,46 persen.
Untuk anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), realisasi keuangan mencapai Rp30,63 miliar atau 51,05 persen, dengan capaian fisik pada angka yang sama.
Meski penyerapan anggaran terus berjalan, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan. Salah satunya berkaitan dengan regulasi pembayaran jasa tenaga kesehatan, termasuk honorarium dokter.
“Belanja jasa tenaga kesehatan masih terkendala regulasi, termasuk terkait honorarium dokter,” demikian disampaikan dalam paparan RSUD.
Selain persoalan regulasi, RSUD Muara Teweh juga melakukan penyesuaian terhadap anggaran outsourcing. Pelaksanaan outsourcing baru dimulai pada 1 Juni 2026 sehingga terdapat kelebihan pagu yang direncanakan untuk dialihkan melalui perubahan anggaran.
Di sisi lain, rumah sakit tetap menjalankan belanja modal untuk memperkuat fasilitas dan menunjang pelayanan kesehatan.
Sejumlah peralatan yang masuk dalam pengadaan antara lain endoscopy lengkap aksesori, USG thorax, low temperature sterilisator atau plasma, panoramic gigi dan cephalometri, EEG, PACS radiologi, serta sistem informasi laboratorium (LIS).
Total nilai pengadaan belanja modal tersebut mencapai Rp15,10 miliar.
Capaian realisasi anggaran sekaligus sejumlah kendala yang masih dihadapi menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program dan belanja rumah sakit terus bergerak hingga akhir tahun.
Penyelesaian kendala regulasi serta penyesuaian anggaran diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan kegiatan RSUD Muara Teweh, sekaligus mendukung peningkatan sarana dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (red)












