Borneohits.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) menjadikan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kritik, saran dan penilaian dari pengguna layanan dinilai penting untuk mengetahui bagian pelayanan yang masih perlu diperbaiki.
Upaya tersebut dilakukan melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), yang menjadi salah satu instrumen untuk mengukur sekaligus mengevaluasi pelayanan yang diberikan Dinas Pendidikan kepada masyarakat.
Hasil SKM menunjukkan 32 persen responden memberikan penilaian sangat baik, 65 persen menilai baik, 3 persen cukup baik dan 0,4 persen memberikan penilaian kurang baik.
Capaian tersebut menjadi gambaran bagi Disdik Barut dalam melihat kualitas pelayanan dari sudut pandang masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, M. Iman Topik mengatakan, survei tersebut memberikan gambaran langsung mengenai pengalaman masyarakat saat menerima pelayanan.
“Survei Kepuasan Masyarakat ini penting bagi kami karena melalui masukan masyarakat, kami dapat melihat secara langsung bagaimana pelayanan yang diberikan dinilai dan dirasakan oleh penerima layanan,” kata M. Iman Topik, Senin (14/9/2026).
Menurut Iman, hasil penilaian positif tidak menjadi alasan bagi jajaran Disdik untuk berhenti melakukan pembenahan. Pelayanan yang sudah dinilai baik akan dipertahankan, sedangkan berbagai catatan yang masih muncul akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti.
“Suara masyarakat adalah bagian penting dari perubahan. Penilaian yang baik akan kami pertahankan, sementara masukan dan catatan yang masih kurang akan menjadi perhatian untuk terus kami benahi,” ujarnya.
Ia menegaskan peningkatan pelayanan pendidikan tidak sebatas menyelesaikan urusan administrasi. Disdik juga berupaya menghadirkan pelayanan yang transparan, mudah diakses, edukatif dan berintegritas.
Karena itu, partisipasi masyarakat akan terus didorong agar pelayanan yang diberikan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan dan harapan publik.
Hasil survei juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya evaluasi secara berkelanjutan di lingkungan Dinas Pendidikan Barito Utara.
“Prinsip kami adalah mendengar, berbenah dan melayani. Dengan komunikasi publik yang terbuka dan partisipasi masyarakat, kami ingin mewujudkan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas,” pungkasnya. (red)












