Borneohits.com – Bupati Barito Utara (Barut), H. Shalahuddin, terus mendorong percepatan sejumlah proyek infrastruktur strategis di Kota Muara Teweh.
Pembangunan Water Front City (WFC), pelebaran Jalan Yetrosinseng hingga Jembatan Lemo menjadi perhatian pemerintah daerah karena dinilai berperan dalam penataan kota sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Shalahuddin bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung perkembangan proyek tersebut pada Senin (7/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan target penyelesaian.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan WFC dan penataan kawasan kumuh di Kelurahan Lanjas.
Pemkab Barito Utara menargetkan proyek tersebut rampung pada Desember 2026 dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan.
“Kita ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, progresnya harus kita awasi bersama. Kita targetkan pekerjaan ini selesai pada Desember 2026, tentunya dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan perencanaan,” kata Shalahuddin.
Menurut Shalahuddin, penataan kawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Kehadiran WFC dan pelebaran jalan diharapkan mampu memperbaiki kawasan yang sebelumnya kurang tertata sekaligus meningkatkan akses masyarakat.
“Kawasan ini sebelumnya merupakan kawasan yang perlu kita benahi. Dengan adanya penataan, pelebaran jalan dan WFC, kita harapkan kawasan ini menjadi lebih tertata, akses masyarakat semakin baik dan nantinya bisa tumbuh menjadi kawasan ekonomi baru,” ujarnya.
WFC yang berada di kawasan tepian Sungai Barito diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan mengurangi kawasan kumuh.
Pemerintah daerah juga melihat kawasan tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu ruang kota yang mendukung aktivitas masyarakat.
“Kita tidak hanya membangun jalan atau kawasan, tetapi kita sedang membangun wajah Kota Muara Teweh. Ke depan kita ingin ibu kota Barito Utara ini semakin maju, semakin tertata dan memiliki standar pelayanan serta infrastruktur seperti kota-kota maju,” tegasnya.
Selain WFC, pelebaran Jalan Yetrosinseng juga menjadi bagian dari penataan infrastruktur perkotaan. Proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas serta menunjang mobilitas masyarakat.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Lemo diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah dan memperlancar aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi.
Shalahuddin menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan terhadap seluruh proyek strategis tersebut hingga pekerjaan benar-benar selesai. Ia berharap pembangunan yang sedang berjalan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Barito Utara.
“Apa yang sudah direncanakan harus kita kawal bersama sampai selesai. Harapan kita, seluruh pembangunan ini bisa menjadi bagian dari perubahan Barito Utara menuju daerah yang lebih maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” pungkasnya. (red)












