Beranda » Berita » Eksekutif » Pemkab Barito Utara » APBN Rp50 Miliar Perkuat Layanan Air Bersih Barut

APBN Rp50 Miliar Perkuat Layanan Air Bersih Barut

Borneohits.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) terus memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat melalui dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp50 miliar.

Anggaran dari APBN tersebut digunakan untuk membangun dan mengembangkan sejumlah fasilitas Perumda Air Minum di Muara Teweh, mulai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA), reservoir, laboratorium, rumah pompa hingga jaringan perpipaan.

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonade Y. Tingan, Sekda Muhlis, sejumlah kepala perangkat daerah dan Direktur PDAM Rosmanjaya Anor meninjau pembangunan fasilitas tersebut pada Rabu (2/9/2026).

Shalahuddin mengatakan pembangunan infrastruktur air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan solusi jangka panjang, terutama untuk mengantisipasi persoalan ketersediaan air di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

“Jangka pendeknya, kemarin sudah kita laksanakan. Karena booster-nya belum ada, kita lakukan injeksi dan sudah lancar. Untuk jangka panjangnya nanti kita lihat melalui multiyears dan berharap di Barito Utara tidak ada krisis air,” ujar Shalahuddin.

Progres PUPR Barut Capai 44,98 Persen

Melalui proyek tersebut, pemerintah membangun jaringan perpipaan menuju kawasan lingkar kota dan Aisyah Dharmaga, booster lingkar kota, serta menyediakan 200 sambungan rumah.

Direktur PDAM Muara Teweh, Rosmanjaya Anor, mengatakan pembangunan fasilitas baru tersebut ditargetkan menambah kapasitas produksi sekitar 50 liter per detik.

Tambahan kapasitas ini diharapkan dapat memperkuat distribusi, terutama ke wilayah yang selama ini belum memperoleh layanan secara optimal.

“Harapan kita air itu semua kecamatan betul-betul diterima oleh masyarakat semua,” katanya.

Selain dukungan APBN, Pemkab Barito Utara juga menyiapkan anggaran sekitar Rp4,5 miliar melalui program multiyears untuk mendukung pengembangan pelayanan air bersih.

Serapan RSUD Muara Teweh Capai 46,66 Persen

Penanganan pelayanan air bersih di kawasan perkotaan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Di sisi lain, kondisi musim kemarau membuat PDAM masih menghadapi keterbatasan kapasitas produksi. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak agar ketersediaan air dapat dibagi secara merata.

“Kita ini dalam musim kemarau. Jadi mempergunakan air itu berhematlah, kita berbagi, karena produksi kami tidak mencukupi untuk dinaikkan produksinya lagi,” ujarnya.

Dengan pembangunan fasilitas dan jaringan baru tersebut, pemerintah daerah berharap cakupan pelayanan air bersih semakin luas.

Penambahan kapasitas produksi juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi persoalan distribusi air di sejumlah wilayah Muara Teweh. (red)

Wabup Barito Utara Bidik Kerja Sama dan Investasi Konkret dari APKASI Expo 2026