Beranda » Berita » Eksekutif » Pemkab Barito Utara » Pemkab Barut Utamakan Musyawarah Warga untuk Jembatan Lemo

Pemkab Barut Utamakan Musyawarah Warga untuk Jembatan Lemo

0802 Kadis Pu

Borneohits.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Lemo–Lemo Seberang tidak hanya berfokus pada pekerjaan fisik, tetapi juga pada penyelesaian dampak sosial yang dirasakan masyarakat.

Pendekatan dialog dengan warga terdampak dinilai menjadi langkah penting agar proyek berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan.

Komitmen tersebut terlihat saat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara, M. Iman Topik, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan di Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, Sabtu (7/2/2026).

Dalam kegiatan itu, rombongan tidak hanya memantau progres pembangunan, tetapi juga berdialog langsung dengan warga untuk membahas dampak yang muncul, termasuk persoalan ganti rugi lahan dan bangunan.

“Kami ingin pembangunan ini berjalan tanpa hambatan. Karena itu, selain mengecek teknis, kami juga berdialog langsung dengan warga untuk membahas ganti rugi lahan dan bangunan yang terdampak agar semua pihak merasa adil dan dihargai,” ujarnya.

Kejadian Karhutla Capai 182, Bupati Barut Perkuat Penanganan Karhutla

Pembangunan jembatan penghubung Lemo–Lemo Seberang sendiri menjadi salah satu program prioritas daerah yang bertujuan mempercepat konektivitas wilayah serta membuka akses pembangunan hingga ke desa-desa.

Pemerintah daerah menilai keberhasilan proyek infrastruktur sangat bergantung pada komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

Di tempat terpisah, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Pembangunan ini adalah investasi jangka panjang bagi masyarakat. Ketika akses terbuka, ekonomi bergerak, pelayanan publik lebih mudah, dan kesejahteraan warga meningkat,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur penghubung seperti jembatan memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan pemerintahan di wilayah yang selama ini masih terbatas aksesnya. (red)

APBN Rp50 Miliar Perkuat Layanan Air Bersih Barut