Beranda » Berita » Eksekutif » Pemkab Barito Utara » Pemkab Barut Serius Benahi Kelangkaan BBM dan Elpiji

Pemkab Barut Serius Benahi Kelangkaan BBM dan Elpiji

1301 Kelangkaan Elpiji E1773757304244

Borneohits.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji 3 kilogram kembali menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut).

Persoalan yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU dinilai sudah berulang dan membutuhkan penanganan yang lebih terkoordinasi.

Masalah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Setda Lantai I di Muara Teweh, sebagai respons atas laporan masyarakat terkait antrean panjang serta dugaan penjualan BBM di atas harga ketentuan pemerintah.

Bupati Barut, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa kelangkaan BBM dan elpiji 3 kilogram tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian insidental. Ia menilai persoalan tersebut sudah menjadi pola yang terus berulang.

“Setiap satu hingga tiga bulan sekali selalu terjadi antrean panjang di SPBU. Bahkan ada laporan SPBU hanya buka satu sampai dua jam karena stok cepat habis. Ini harus kita benahi bersama,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Kejadian Karhutla Capai 182, Bupati Barut Perkuat Penanganan Karhutla

Menurutnya, diperlukan langkah konkret serta koordinasi lintas sektor agar persoalan serupa tidak terus terjadi dan meresahkan masyarakat.

Salah satu usulan yang muncul dalam rapat adalah pengaturan pengisian BBM bagi kendaraan dinas berpelat merah agar tidak memperpanjang antrean masyarakat umum.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana membentuk grup koordinasi khusus untuk memantau kondisi distribusi BBM dan elpiji 3 kilogram secara harian.

Langkah tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat merespons lebih cepat ketika terjadi lonjakan antrean yang kerap menjadi sorotan publik.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala perangkat daerah terkait, serta unsur penegak perda.

APBN Rp50 Miliar Perkuat Layanan Air Bersih Barut

Dalam forum itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Satpol PP juga menyampaikan laporan singkat mengenai kondisi lapangan dan langkah pengawasan yang telah dilakukan.

Pemkab Barito Utara berharap langkah-langkah yang dibahas dalam rapat tersebut dapat menjadi solusi agar persoalan kelangkaan BBM dan elpiji 3 kilogram tidak lagi menjadi masalah yang terus berulang di tengah masyarakat. (red)