Beranda » Berita » Eksekutif » Pemkab Barito Utara » Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cegah Stunting

Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi Lintas Sektor Cegah Stunting

1410 Kadis Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR. (ist)

Borneohits.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Barito Utara, Pariadi AR, menyampaikan bahwa keberhasilan upaya penurunan stunting sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif lintas sektor, mulai dari desa, layanan kesehatan, hingga organisasi masyarakat. Karena itu, pencegahan stunting menjadi salah satu agenda prioritas dalam pembangunan kesehatan daerah.

Menurut Pariadi, pendekatan sektoral tidak cukup untuk menekan angka stunting secara signifikan. “Penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi. Tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan saja. Diperlukan sinergi dari semua elemen dari Puskesmas, pemerintah desa, hingga sektor pendidikan,” tegasnya.

Pariadi menjelaskan, stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mendesak, terutama terkait pemenuhan gizi ibu hamil dan balita. Karena itu, berbagai intervensi seperti edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta peningkatan layanan kesehatan harus diperkuat secara berkelanjutan.

“Semua tenaga kesehatan dokter, bidan, hingga kader posyandu harus berada di garda terdepan dalam deteksi dini dan pendampingan tumbuh kembang anak,” jelas Pariadi.

Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan Barito Utara telah memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan berjenjang. Pelatihan yang digelar kali ini diikuti tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas, kader posyandu, serta perwakilan desa.

Kejadian Karhutla Capai 182, Bupati Barut Perkuat Penanganan Karhutla

Para peserta mendapatkan materi paparan, diskusi, hingga praktik lapangan terkait strategi percepatan penurunan stunting berbasis pendekatan kesehatan masyarakat. “Kami ingin tenaga kesehatan tidak hanya fokus pada kuratif, tapi juga mampu memberi edukasi gizi dan menjadi konsultan bagi keluarga,” imbuhnya.

Selain sektor kesehatan, Pemkab Barito Utara juga terus membangun koordinasi dengan sektor pendidikan, pemerintah desa, dan lembaga non-pemerintah agar intervensi sensitif di lapangan berjalan lebih efektif dan menyentuh sasaran.

Pariadi berharap seluruh peserta pelatihan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing untuk mendukung percepatan penurunan stunting di daerah. “Ini adalah kerja bersama. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Barito Utara tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Itu hanya bisa dicapai jika semua sektor bergerak serentak,” pungkasnya. (red)