Beranda » Berita » Eksekutif » Pemkab Barito Utara » Muara Teweh Baru, Bupati Pimpin Percepatan Transformasi Kota

Muara Teweh Baru, Bupati Pimpin Percepatan Transformasi Kota

Img 20251217 Wa00061

Borneohits.com – Selain fokus pada pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi hingga pelosok daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut) juga mulai memantapkan langkah besar untuk mentransformasi wajah ibu kota kabupaten, Muara Teweh.

Komitmen tersebut ditandai dengan dipimpinnya langsung Rapat Tim Percepatan Pembangunan Kawasan “Muara Teweh Baru” oleh Bupati Barito Utara (Barut), Shalahuddin, Rabu (17/12/2025).

Rapat strategis ini membahas arah pengembangan kota secara menyeluruh dan terencana.

Dalam paparannya, Bupati menyampaikan grand design pembangunan Muara Teweh yang dirancang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk mengantisipasi pertumbuhan kota di masa depan.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah rencana pelebaran jalan poros utama di Muara Teweh.

Kejadian Karhutla Capai 182, Bupati Barut Perkuat Penanganan Karhutla

Ruas jalan yang akan dikembangkan meliputi kawasan dari ujung Jembatan KH. Hasan Basri, Jalan H. Koyem, Simpang Polimat, Jingah, hingga Simpang Bandara H. M. Sidik (HMS), yang direncanakan menjadi dua jalur dengan total enam lajur.

“Kita tidak hanya bicara perbaikan jalan, tapi kita bicara peradaban kota baru. Muara Teweh harus tumbuh pesat sesuai visi daerah,” ujar Bupati.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur jalan menjadi fondasi penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kualitas tata kota yang lebih modern dan tertata.

Selain infrastruktur jalan, rapat juga mematangkan rencana pembangunan dua bundaran ikonik yang akan menjadi penanda kawasan kota, masing-masing di Simpang Bandara HMS dan Simpang Polimat.

Pembangunan gerbang selamat datang yang representatif dan megah juga masuk dalam agenda besar penataan wajah kota Muara Teweh.

APBN Rp50 Miliar Perkuat Layanan Air Bersih Barut

Tidak hanya itu, kawasan eks Camp Wayang hingga ujung Jembatan Barito direncanakan akan disulap menjadi Kawasan Wisata Pinggir Sungai atau waterfront city.

Kawasan ini nantinya akan terintegrasi dengan rencana pembangunan Perkantoran Pemerintah Daerah Terpadu, sehingga menjadi pusat aktivitas pemerintahan, ekonomi, dan pariwisata yang saling terhubung.

“Ini adalah langkah konkret mewujudkan Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, dan berdaya saing,” tegas Bupati Shalahuddin.

Melalui percepatan pembangunan kawasan Muara Teweh Baru ini, Pemkab berharap ibu kota kabupaten dapat berkembang sebagai pusat pertumbuhan baru yang modern, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi simbol kemajuan daerah di masa mendatang. (red)

Pemkab Barito Utara Siapkan Rp30 Miliar untuk Benahi RSUD Muara Teweh