Borneohits.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke-XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi berakhir dengan sukses dan penuh kemeriahan.
Ajang yang berlangsung sejak 16 November 2025 ini tercatat diikuti 1.188 peserta dari 14 kabupaten/kota, menjadikannya salah satu penyelenggaraan MTQH terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Panitia Pelaksana, yang juga Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, pada malam penutupan di Arena Tiara Batara, Muara Teweh, Jumat (21/11/2025).
Acara penutupan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo beserta istri, unsur Forkopimda Provinsi, para bupati dan wali kota se-Kalteng, serta ribuan kafilah dan undangan yang memenuhi arena utama.
Antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat menjadi cerminan keberhasilan penyelenggaraan MTQH tahun ini.
Dalam laporannya, H. Shalahuddin menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sangat baik, mulai dari lomba hingga kegiatan penunjang yang digelar panitia.
“Alhamdulillah, lomba berjalan tertib, lancar, dan profesional berkat kerja dewan hakim yang objektif dan fasilitas yang disiapkan maksimal,” ujarnya.
Pelaksanaan MTQH XXXIII sendiri mempertandingkan sembilan cabang lomba, antara lain Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir, Syarh, Fahm, Khat, Penulisan Makalah Ilmiah Al-Qur’an, hingga Hafalan Hadist.
Di luar arena lomba, panitia juga menyiapkan beragam kegiatan pendukung seperti pameran, pasar rakyat, dan seminar cinta Al-Qur’an.
Kehadiran kegiatan non-lomba itu memberikan ruang interaksi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal selama acara berlangsung.
Aspek keamanan dan kenyamanan peserta juga menjadi perhatian utama.
Sinergi antara Polres Barito Utara, Kodim 1013 Muara Teweh, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga RSUD Muara Teweh memastikan seluruh kebutuhan peserta, mulai dari akomodasi hingga pelayanan kesehatan, terpenuhi dengan baik.
Shalahuddin menegaskan bahwa suksesnya pelaksanaan MTQH XXXIII merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, Kementerian Agama, LPTQ, dewan hakim, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi.
“Kami berharap agar kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan serta membina generasi Qur’ani yang berkualitas di Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (red)












