Borneohits.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) melalui Dinas Kesehatan menegaskan bahwa persiapan menuju Tanah Suci tidak boleh hanya bertumpu pada aspek administrasi dan spiritual semata.
Kesiapan fisik yang prima sejak dini dinilai menjadi pilar penentu yang membutuhkan perhatian sangat serius.
Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, saat membuka secara resmi kegiatan Pengukuran Kebugaran Calon Jemaah Haji Tahun 2026. Kegiatan pelayanan kesehatan massal ini dipusatkan di halaman Kantor Bupati Barito Utara, Minggu (12/4/2026).
Menurut Pariadi, tingginya tuntutan aktivitas fisik selama pelaksanaan ibadah haji, mulai dari tawaf, sa’i, hingga wukuf di bawah fluktuasi cuaca ekstrem, menjadikan faktor kebugaran sebagai variabel krusial.
Hal ini penting agar jemaah mampu menjalankan seluruh rukun dan wajib haji secara mandiri, sehat, dan aman.
“Status istithaah kesehatan menjadi kunci utama. Artinya, jemaah harus benar-benar dalam kondisi sehat dan bugar agar ibadah dapat dijalankan dengan lancar,” ujar Pariadi AR di hadapan para peserta.
Fasilitas pengukuran kebugaran yang diinisiasi Pemkab Barut ini tidak sekadar bersifat evaluasi sesaat, melainkan dirancang sebagai langkah awal pembinaan kesehatan komprehensif bagi calon jemaah haji.
Melalui serangkaian skrining medis ini, para peserta langsung mendapatkan gambaran riil kondisi fisik mereka sekaligus mengantongi rekomendasi pola latihan fisik yang terukur dan sesuai.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan bahwa kondisi kesehatan manusia bersifat dinamis. Oleh karena itu, kondisi tubuh wajib dijaga dan dipantau secara berkelanjutan hingga hari H keberangkatan menuju Tanah Suci.
Pariadi mengimbau keras para calon jemaah untuk mulai mendisiplinkan diri menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti menjaga asupan gizi seimbang serta rutin berolahraga ringan secara konsisten.
“Jadikan hasil tes ini sebagai acuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kebugaran secara bertahap,” pintanya.
Ratusan calon jemaah haji tampak memadati halaman kantor bupati untuk mengikuti jalannya pemeriksaan.
Seluruh rangkaian tes ini diselenggarakan secara profesional oleh tim medis Dinas Kesehatan Barito Utara sebagai bagian dari program wajib pembinaan kesehatan haji tahun 2026.
Melalui program jemput bola ini, Pemkab Barut berharap seluruh calon jemaah haji Bumi Iya Mulik Bengkang Turan dapat mengawal stamina mereka dengan baik hingga jadwal keberangkatan, serta kelak kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat dengan predikat haji mabrur. (red)












