Borneohits.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Barito Utara (Barut). Kali ini, kebakaran muncul di dua titik di Desa Malawaken, Kecamatan Teweh Baru, Jumat (21/8/2026).
Total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,97 hektare. Kebakaran tersebut melanda lahan dengan vegetasi berupa dedaunan dan semak belukar yang berada di kawasan dengan kondisi tanah mineral.
Kebakaran pertama diketahui di Jalan Teluk Mayang setelah Tim Reaksi Cepat (TRC)-Pusdalops BPBD Barito Utara menerima laporan pada pukul 13.24 WIB. Kondisi lahan yang dipenuhi semak dan dedaunan kering membuat api berpotensi cepat meluas.
Kepala BPBD Barito Utara, M. Ikhsan melalui Kabid Darlog, Rizali Hadi mengatakan, petugas langsung bergerak setelah mendapatkan informasi mengenai kebakaran tersebut.
“Setelah menerima laporan, anggota BPBD berangkat menuju lokasi pada pukul 14.27 WIB. Di lokasi ditemukan beberapa titik api yang masih menyala dan kemudian dilakukan pemadaman bersama anggota Polsek Teweh Tengah,” ujar Rizali.
Petugas gabungan kemudian melakukan pemadaman di titik pertama. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.20 WIB dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,66 hektare.
Namun, saat petugas bersiap meninggalkan lokasi, seorang warga yang melintas memberikan informasi mengenai adanya titik api lain. Lokasi tersebut berada sekitar 614 meter dari titik kebakaran pertama.
Petugas kembali bergerak menuju lokasi kedua untuk memastikan api tidak semakin meluas. Setelah dilakukan pemadaman, titik api tersebut berhasil dikendalikan.
“Api di lokasi kedua berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB,” jelasnya.
Dari hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar pada titik kedua diperkirakan sekitar 0,31 hektare. Jika digabungkan dengan lokasi pertama, total lahan yang terdampak mencapai 0,97 hektare.
Dalam operasi tersebut, BPBD Barito Utara mengerahkan satu unit mobil water supply dan satu unit mobil personel. Pemadaman dilakukan oleh TRC-Pusdalops BPBD Barito Utara bersama anggota Polsek Teweh Tengah.
Rizali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi lahan mudah terbakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.
“Dengan laporan yang cepat, titik api dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang dan meluas,” pungkasnya. (red)












