Beranda » Berita » Eksekutif » Pemkab Barito Utara » Bupati Barut Ultimatum ASN, Target Perubahan 6 Bulan

Bupati Barut Ultimatum ASN, Target Perubahan 6 Bulan

1301 Disiplin Asn

Borneohits.com – Bupati Barito Utara (Barut), H. Shalahuddin, menegaskan komitmen pembenahan kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Hal tersebut disampaikannya dalam apel pagi yang digelar di halaman Kantor Bupati di Muara Teweh, Selasa (13/1/2026).

Shalahuddin memberikan peringatan tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar menunjukkan perubahan nyata dalam waktu enam bulan ke depan.

Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Felix Sonadi Y. Tingan, Sekda Muhlis, serta jajaran pejabat dan ASN. Di hadapan seluruh peserta apel, Bupati menegaskan bahwa disiplin menjadi syarat utama sebelum berbicara tentang kualitas kerja.

“Kedisiplinan adalah pintu awal. Tanpa itu, kita tidak bisa berbicara tentang kapasitas, integritas, dan loyalitas,” tegasnya.

Kejadian Karhutla Capai 182, Bupati Barut Perkuat Penanganan Karhutla

Selain menekankan disiplin, Bupati juga menyoroti sejumlah indikator kinerja daerah yang dinilai masih perlu dibenahi. Realisasi penyerapan anggaran yang masih berada di kisaran 71 persen disebut belum optimal.

Ia juga menyinggung opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan daerah yang masih berstatus Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Bahkan, skor Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD/MCP KPK) Kabupaten Barito Utara disebut termasuk yang terendah di Kalimantan Tengah.

Shalahuddin menargetkan perubahan awal sudah terlihat dalam tiga bulan, dengan hasil konkret maksimal enam bulan ke depan. Evaluasi kinerja, kata dia, akan dilakukan berjenjang mulai dari kepala dinas hingga staf pelaksana.

“Saya minta yang menangani kegiatan fisik dan keuangan bekerja sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Tidak ada toleransi terhadap penyimpangan,” ujarnya.

APBN Rp50 Miliar Perkuat Layanan Air Bersih Barut

Di sisi lain, Bupati juga memaparkan kapasitas fiskal daerah yang mencapai Rp3,4 triliun dengan belanja sekitar Rp1,1 triliun. Ia menargetkan penyerapan anggaran pada Februari–Maret dapat menembus 25–30 persen untuk mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.

Menurutnya, visi, misi, dan 12 program unggulan lima tahun ke depan hanya bisa terealisasi bila seluruh perangkat daerah bergerak serempak.

Ketegasan yang disampaikan, lanjut dia, bukan untuk menekan, melainkan memastikan birokrasi bekerja lebih profesional dan berorientasi hasil.

Apel pagi tersebut turut dirangkai dengan penyerahan kendaraan dinas kepada sejumlah instansi vertikal, yakni Dandim 1013 Muara Teweh, Polres Barito Utara, Kejaksaan Negeri Barito Utara, dan Kantor Kementerian Agama Muara Teweh. (red)

Pemkab Barito Utara Siapkan Rp30 Miliar untuk Benahi RSUD Muara Teweh