Beranda » Berita » Eksekutif » Pemko Palangka Raya » Pemko Palangka Raya Perkuat Upaya Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Pemko Palangka Raya Perkuat Upaya Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Whatsapp Image 2025 11 04 At 8.21.34 Pm 1050x525

Borneohits.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus memperkuat komitmen dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui kegiatan sosialisasi yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DISDALDUKKBP3APM).

Kegiatan berlangsung di Aula Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa (4/11/2025).

Sosialisasi dibuka oleh Plt Asisten Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya, Jayani, yang hadir mewakili Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab moral sekaligus bagian penting dalam arah pembangunan daerah.

“Anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi subjek utama pembangunan itu sendiri. Oleh karena itu, pemenuhan hak anak dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan harus menjadi prioritas kita bersama,” ujar Jayani.

Pemko Palangka Raya Raih Predikat SAKIP BB dan Penghargaan WBK

Kegiatan ini menyasar 100 peserta yang terdiri dari 17 guru pondok pesantren dan 83 guru sekolah minggu dari berbagai gereja di Palangka Raya.

Mereka mendapatkan materi mengenai prinsip dasar perlindungan anak, mulai dari non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup dan perkembangan, hingga penghargaan terhadap pendapat anak.

Dalam paparannya, Jayani juga menyampaikan data mengenai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Palangka Raya. Sepanjang 2023 hingga Oktober 2025, tren kekerasan masih menunjukkan tantangan serius.

Pada 2023 tercatat 15 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 26 kasus terhadap anak. Pada 2024 angkanya meningkat menjadi 29 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 49 kasus terhadap anak.

Sementara pada 2025, hingga Oktober, terdapat 11 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 22 kasus terhadap anak.

Sepanjang 2025, Pemko Palangka Raya Tuntaskan Infrastruktur Permukiman

“Data ini menunjukkan masih adanya tantangan besar dalam sistem perlindungan anak dan perempuan yang perlu kita tangani secara menyeluruh dan kolaboratif,” ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta memperkuat kolaborasi pencegahan kekerasan, terutama melalui edukasi, percepatan mekanisme pelaporan, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat.

“Mari bekerja dengan hati, berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak-anak kita. Karena masa depan bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan mereka hari ini,” pungkas Jayani. (red)