Beranda » Berita » Eksekutif » Pemko Palangka Raya » Pemko Palangka Raya-Pemkab Nganjuk Jalin Kerja Sama Kembangkan Budi Daya Bawang Merah

Pemko Palangka Raya-Pemkab Nganjuk Jalin Kerja Sama Kembangkan Budi Daya Bawang Merah

Img 20251126 Wa0059

Borneohits.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk mengembangkan potensi daerah, khususnya di sektor pertanian.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, dan Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, Rabu (5/11/2025).

Langkah kolaboratif ini menjadi upaya strategis Pemko Palangka Raya untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan komoditas bawang merah.

Dalam keterangannya, Wakil Wali Kota Achmad Zaini menyampaikan bahwa salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah budi daya bawang merah, mengingat Nganjuk merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah terbesar di Indonesia.

“Kami melihat potensi yang besar dalam budidaya bawang merah, dan Nganjuk memiliki pengalaman serta keahlian yang mumpuni di bidang ini. Oleh karena itu, kami menjalin kerja sama dengan Pemkab Nganjuk untuk belajar dan mengembangkan budidaya bawang merah di Kota Palangka Raya,” ungkap Zaini.

Pemko Palangka Raya Raih Predikat SAKIP BB dan Penghargaan WBK

Zaini juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan studi tiru (kaji tiru) langsung ke Nganjuk untuk mempelajari teknik budidaya yang telah terbukti berhasil diterapkan di daerah tersebut.

“Kami telah melakukan kaji tiru ke Nganjuk untuk melihat langsung bagaimana budidaya bawang merah dilakukan di sana. Kami berharap, dengan pengetahuan dan pengalaman yang kami dapatkan, kami dapat mengembangkan budidaya bawang merah di Kota Palangka Raya dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi kedua daerah, baik dari segi penguatan kapasitas petani, peningkatan produksi, hingga membuka peluang pasar komoditas unggulan baru di Palangka Raya. (red)