Borneohits.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat pertama keterbukaan informasi publik sekaligus mempertahankan predikat Informatif pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2025.
Penghargaan dengan skor 94,29 itu diserahkan pada acara yang digelar di Aula Jaya Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (25/11/2025) malam.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut yang berhasil dipertahankan selama lima tahun berturut-turut.
“Alhamdulillah, ini merupakan kali kelima Pemko Palangka Raya meraih predikat informatif dengan skor yang tinggi. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat,” ucapnya.
Fairid menegaskan bahwa keberhasilan itu merupakan buah dari konsistensi seluruh perangkat daerah dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Peran aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) menjadi kunci utama dalam menjaga standar keterbukaan informasi yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Ia menuturkan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh OPD dan tim PPID yang memiliki komitmen kuat untuk terus menjaga, bahkan meningkatkan kualitas keterbukaan informasi di lingkungan Pemko Palangka Raya.
“Penilaian keterbukaan informasi publik dilakukan melalui berbagai indikator, antara lain keterbukaan data, kelengkapan dokumentasi, hingga pemanfaatan layanan digital yang memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat,” lanjutnya.
Fairid turut menjelaskan bahwa seluruh informasi kini telah terintegrasi dan terdokumentasi dengan baik melalui sistem digital, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi secara terbuka dan transparan.
“Dalam hal ini berharap predikat tersebut dapat terus dipertahankan di masa mendatang, meskipun tantangan yang dihadapi semakin kompleks seiring meningkatnya standar penilaian setiap tahunnya,” ungkapnya. (red)












