Borneohits.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14 persen pada tahun 2025.
Target tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dan menjadi komitmen daerah untuk mempercepat penurunan stunting secara lebih terukur dan berkelanjutan.
Plt. Asisten Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan penetapan target ini telah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta arahan Kementerian Dalam Negeri.
“Pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting nasional sebesar 18,8 persen, dan untuk Kalimantan Tengah 20,6 persen. Palangka Raya menetapkan target 14 persen sebagai bentuk komitmen kuat untuk melampaui capaian provinsi,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Jayani menegaskan pencapaian target tersebut membutuhkan kerja bersama seluruh elemen.
Menurutnya, koordinasi antara kelurahan, perangkat daerah, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam memastikan intervensi penurunan stunting berjalan efektif.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bergerak dalam satu arah, dengan semangat bersama menyiapkan generasi Palangka Raya yang sehat, kuat, dan produktif,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemko Palangka Raya terus memperkuat mekanisme pemantauan dan evaluasi melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan anak.
Dengan penguatan sinergi dan pengawasan yang berkelanjutan, Pemko optimistis target penurunan stunting dapat dicapai sesuai rencana. (red)












