Beranda » Berita » Eksekutif » Pemko Palangka Raya » Pemko Dorong WFC Jadi Penggerak Baru Ekonomi Palangka Raya

Pemko Dorong WFC Jadi Penggerak Baru Ekonomi Palangka Raya

8558bb1d 303a 46c9 A577 E2a2bdbef64c 1030x686
Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak

Borneohits.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus mematangkan rencana pembangunan kawasan Water Front City (WFC) di Flamboyan Bawah sebagai salah satu program strategis yang diproyeksikan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, membuka Seminar Akhir Kajian Aspek Sosial WFC di Aula Rahan Pumpung Hapakat, Kantor Bapperida Kota Palangka Raya, Jumat (3/10/2025).

Dalam paparannya, Arbert menyampaikan bahwa proyek WFC tidak hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan memiliki manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. Salah satunya adalah peningkatan investasi yang diyakini bakal menciptakan aktivitas ekonomi baru di kawasan tersebut.

“Proyek pembangunan WFC ini diharapkan mampu menarik investor baik dari dalam maupun luar daerah, sehingga akan mendorong munculnya bisnis baru seperti restoran, hotel, hingga pusat perbelanjaan,” ujar Arbert.

Lebih lanjut, Arbert menekankan bahwa hadirnya WFC juga akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi.

Pemko Palangka Raya Raih Predikat SAKIP BB dan Penghargaan WBK

Dengan demikian, Pemko Palangka Raya memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk memperkuat pelayanan publik dan pembangunan sektor lainnya.

“Dari sisi ketenagakerjaan, proyek WFC akan menciptakan banyak peluang kerja baru, baik pada masa konstruksi maupun saat kawasan mulai beroperasi. Selain itu juga akan berdampak pada sektor pariwisata, jasa transportasi, hingga sektor informal seperti pedagang kaki lima,” sambungnya.

Arbert menegaskan bahwa WFC juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru yang mampu menarik wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara.

Karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus penting agar warga setempat dapat ikut menikmati peluang ekonomi yang muncul.

“Melalui kajian ini, kita juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal. Program pelatihan dan pendampingan usaha akan diberikan agar masyarakat siap menghadapi peluang ekonomi baru. Harapannya, pada seminar akhir kajian ini kita akan memiliki panduan teknis dan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan secara nyata,” pungkas Arbert.

Sepanjang 2025, Pemko Palangka Raya Tuntaskan Infrastruktur Permukiman

Seminar akhir kajian ini menjadi bagian penting dalam penyusunan arah pembangunan WFC sebagai ikon baru Palangka Raya yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (red)