Borneohits.com — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barito Utara (Barut) menegaskan pentingnya prinsip transparansi dan orientasi hasil dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
Penekanan tersebut disampaikan oleh H. Suparjan Efendi saat membacakan Pendapat Akhir Fraksi dalam Rapat Paripurna Ke-IV DPRD Barito Utara yang digelar baru-baru ini di ruang sidang DPRD setempat.
Dalam penyampaiannya, Suparjan terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada pimpinan rapat dan seluruh fraksi DPRD yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mewakili Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan sikap politik fraksi.
Menurutnya, forum paripurna merupakan ruang strategis untuk memastikan arah kebijakan anggaran benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa APBD tidak boleh dipahami semata-mata sebagai kumpulan angka, melainkan sebagai instrumen strategis yang menentukan arah dan kualitas pembangunan daerah.
Oleh karena itu, setiap alokasi anggaran harus dirancang secara matang dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.
Suparjan menekankan bahwa setiap program dan kegiatan yang dibiayai APBD harus memiliki tujuan yang jelas serta indikator kinerja yang terukur.
Dengan demikian, efektivitas penggunaan anggaran dapat dievaluasi dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Barito Utara.
Menurut Fraksi PDI Perjuangan, transparansi dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik serta mencegah terjadinya penyimpangan.
Prinsip keterbukaan ini juga dinilai penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya pembangunan daerah secara partisipatif. (red)











