Borneohits.com – Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2025–2029 tidak hanya menjadi forum penyampaian gagasan, tetapi juga ajang penguatan komitmen antara pemerintah dan DPRD untuk memastikan pembangunan daerah berjalan berkelanjutan dan berbasis partisipasi publik.
Dalam kegiatan yang digelar Kamis (30/10/2025) di Gedung Balai Antang Muara Teweh, sejumlah anggota DPRD Barito Utara (Barut) memberikan pandangan strategis terkait arah pembangunan lima tahun ke depan.
Anggota DPRD, H. Nurul Anwar, menyoroti perlunya keseimbangan antara pembangunan fisik dan keberlanjutan lingkungan.
Ia menilai sektor ekonomi masyarakat harus menjadi basis pertumbuhan yang mengutamakan keseimbangan alam.
“Pembangunan tidak boleh hanya fisik. Kita perlu menyeimbangkan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, dan UMKM harus menjadi prioritas agar masyarakat merasakan dampak langsung,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Barut, Hasrat, menekankan bahwa keberhasilan RPJMD sangat ditentukan oleh sejauh mana pemerintah daerah menyerap masukan masyarakat.
“Konsultasi publik ini jangan sekadar formalitas. Pemerintah harus menampung dan menindaklanjuti setiap masukan sehingga RPJMD menjadi dokumen yang hidup dan relevan. DPRD siap bersinergi agar programnya berpihak pada rakyat kecil,” tegasnya.
DPRD menilai bahwa penyusunan RPJMD pada periode ini memiliki tantangan lebih besar karena harus menjawab isu kesenjangan ekonomi, keterbatasan infrastruktur desa, perubahan lingkungan, hingga kebutuhan peningkatan kualitas layanan dasar.
Kegiatan konsultasi publik ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi penyusunan program pembangunan yang inklusif, adaptif, dan terukur.
Sinergi yang kuat antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar visi “Barito Utara yang Maju, Adil, dan Sejahtera” dapat diwujudkan dalam lima tahun mendatang. (red)











