Beranda » Berita » Legislatif » DPRD Barito Utara » DPRD Barut Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal

DPRD Barut Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal

1908 Taufik Nugraha
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha. (ist)

Borneohits.com – DPRD Barito Utara (Barut) menegaskan komitmennya untuk mendorong gerakan ketahanan pangan yang lebih terarah dan kolaboratif, sejalan dengan momentum Hari Pangan Sedunia 2025 serta peringatan 80 tahun berdirinya FAO.

Seruan ini datang dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barut, H. Taufik Nugraha, yang menilai bahwa daerah harus mengambil peran aktif dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.

Dalam keterangan yang disampaikan, Kamis (16/10/2025), Taufik menekankan bahwa tema global tahun ini, “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future”, seharusnya menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah pusat, melainkan tanggung jawab semua pihak termasuk pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Kita tidak bisa pasif. Ketahanan pangan adalah soal kedaulatan. Kita harus bergerak bersama—pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat—untuk membangun sistem pangan lokal yang kuat,” tegas Taufik.

Ia menyoroti bahwa Barut memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, namun belum terkelola secara optimal.

Henny Rosgiaty Rusli Apresiasi Dedikasi Petugas Damkar Barito Utara

Oleh karena itu, DPRD mendorong agar pengelolaan lahan tidur, pemberian insentif petani, serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dapat menjadi prioritas pembangunan daerah di sektor pangan.

“Bukan soal potensi, tapi soal kemauan politik dan koordinasi. Kalau petani kita didukung serius, Barito Utara bisa jadi lumbung pangan regional,” ujarnya.

Fraksi PDI Perjuangan juga mendorong agar pemerintah daerah merancang kebijakan pertanian yang lebih kuat di tingkat desa, termasuk memastikan akses pembiayaan, penyuluhan terpadu, hingga peningkatan sarana produksi.

Menurut Taufik, penguatan dari hulu hingga hilir adalah kunci menciptakan sistem pangan lokal yang mandiri.

Selain itu, ia mengajak generasi muda Barut untuk terlibat dalam inovasi pertanian modern.

Fraksi KIR DPRD Barut Dorong Program APBD 2026 Segera Direalisasikan

Menurutnya, pertanian masa kini bukan lagi aktivitas tradisional semata, tetapi sudah berkembang menjadi sektor berbasis teknologi, bisnis, dan kreativitas.

“Anak muda jangan malu bertani. Hari ini pertanian bisa berbasis startup, AI, dan inovasi. Kita butuh pemuda yang mau membangun dari desa, dari ladang sendiri,” katanya.

DPRD Barut menyebut, kondisi global yang dicatat FAO—lebih dari 673 juta orang masih kelaparan—harus menjadi refleksi bagi daerah agar perencanaan pangan dilakukan secara serius.

Bagi Barut, gerakan dari tingkat desa dapat menjadi daya ungkit untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Pangan adalah kebutuhan dasar. Kedaulatan pangan adalah kedaulatan bangsa. Kita mulai dari yang kecil, dari desa, dari apa yang bisa kita tanam dan panen sendiri,” pungkas Taufik. (red)

DPRD Barut Dorong KDKMP Kelola Administrasi dengan Baik