Borneohits.com – Aktivis pemerhati lingkungan dan pembangunan Kalimantan Tengah (Kalteng), Eman Supriyadi, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait PT Borneo Kayu Indah (BKI) yang sebelumnya diberitakan di sejumlah media.
Ia menegaskan bahwa informasi yang pernah disampaikan tidak benar alias hoaks.
“Saya, Eman Supriyadi ingin menyampaikan terkait berita terkait PT. Bornel Kayu Indah (BKI) beberapa waktu lalu. Bahwa ternyata apa yang saya sampaikan tersebut tidak benar adanya alias hoax,” ujar Eman dalam keterangan resminya, Sabtu (23/8/2025).
Eman menyampaikan permintaan maaf khususnya kepada manajemen PT BKI, terutama kepada rekannya, Jagdist Sigh.
“Berdasarkan hal tersebut, dengan ini saya ingin sampaikan permohonan maaf pada Management PT. BKI, terutama kepada teman saya Bro Jagdist Sigh. Sekali lagi saya mohon maaf atas kesalahan info yang saya sampaikan beberapa waktu lalu,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh pernyataannya yang pernah dimuat di tiga media, yakni seputarkalimantan, Dayak News, dan Borneohits, resmi dicabut karena mengandung kesalahan dan ketidakbenaran informasi.
Dalam klarifikasinya, Eman menyebut empat poin yang sempat dipertanyakan, yakni aturan ketenagakerjaan yang disahkan Disnakertrans, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), uji kelayakan mesin produksi, serta keberadaan tenaga ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)—telah dipenuhi oleh perusahaan.
“Yang Abang pertanyaan 4 poin itu, sudah dipenuhi oleh PT. Borneo Kayu Indah (BKI),” jelasnya.
Eman juga menegaskan dirinya tidak terkait dengan pihak manapun yang berurusan dengan PT BKI dalam persoalan yang pernah diberitakan.
“Selanjutnya, saya juga sampaikan kalau ada pihak-pihak yang berurusan dengan BKI terkait masalah yang diberitakan, itu tidak ada hubungannya dengan saya,” ujarnya.
Ia berharap klarifikasi ini bisa menjaga hubungan baiknya dengan Jagdist Sigh maupun pihak manajemen PT BKI.
“Demikian, saya sampaikan semoga hubungan baik saya secara pribadi dengan Bro Jagdist Sigh tetap berjalan baik seperti sebelumnya,” tutup Eman. (red)












