Borneohits.com — Pengamat menilai pelibatan figur daerah yang memiliki rekam jejak teruji di lapangan sangat krusial dalam perumusan kebijakan tata kelola lingkungan nasional, khususnya dalam menjaga ekosistem gambut dan mangrove.
Dalam konteks tersebut, mantan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran dinilai sebagai sosok yang sangat relevan untuk memperkuat jajaran Kementerian Kehutanan (Menhut) maupun Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Hal tersebut diungkapkan oleh pemerhati pembangunan Kalteng, Rahmat Hidayat. Ia menekankan bahwa kebijakan tata kelola gambut nasional tidak bisa hanya dirumuskan dari balik meja di Jakarta, melainkan membutuhkan figur eksekutor yang paham betul dinamika teknis di lapangan.
Menurut Rahmat, Kalteng selama bertahun-tahun telah menjadi jantung ekosistem gambut nasional sekaligus laboratorium hidup penanganan krisis lingkungan.
Keberhasilan meredam ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuktikan efektivitas kepemimpinan lapangan yang berani dan teruji.
“Selama masa kepemimpinannya di Bumi Tambun Bungai, Sugianto berhasil membuktikan bahwa karhutla bukan takdir tahunan yang tak bisa diatasi,” ujar Rahmat Hidayat, Jumat (16/10/2026).
Ia menilai kesuksesan tersebut didorong oleh political will yang kuat, integrasi ketat antara pemda, TNI, Polri, dan masyarakat adat, serta ketegasan dalam penegakan hukum terhadap perusak lingkungan.
Selain itu, Sugianto memiliki keunggulan dalam manajemen krisis, tata kelola air (water management) di lahan gambut, serta pendekatan kultural berbasis kearifan lokal.
Rahmat menambahkan, masuknya figur seperti Sugianto Sabran ke dalam jajaran pengambil keputusan di Jakarta merupakan langkah strategis untuk mentransfer keberhasilan daerah (best practice) ke tingkat nasional demi mengamankan komitmen iklim Indonesia. (red)











