Borneohits.com – Anggota DPRD Barito Utara (Barut), Ardianto, menegaskan bahwa ketahanan pangan yang kokoh dan stabilitas harga jangka panjang di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan harus dibangun secara radikal dari penguatan sektor produksi hulu pertanian lokal.
Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara tersebut, langkah ini dinilai lebih solutif untuk memotong ketergantungan pasokan logistik dari luar daerah yang kerap memicu inflasi akibat rantai distribusi yang panjang dan mahal.
Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk melipatgandakan stimulus bagi kelompok tani dan produsen lokal, mulai dari distribusi benih unggul, pupuk, perbaikan sarana produksi pertanian (saprodi), hingga skema subsidi biaya logistik.
“Ketahanan pangan harus dibangun dari sektor produksi. Jika petani mendapat dukungan yang memadai, maka pasokan pangan akan lebih terjamin dan harga bisa lebih terkendali,” kata Ardianto di Muara Teweh, Jumat (19/6/2026).
Di sektor tata kelola distribusi, politisi Partai Demokrat ini meminta pemda bergerak taktis mempercepat penyaluran cadangan pangan daerah sekaligus mengurai sumbatan-sumbatan pada alur distribusi guna mengantisipasi kelangkaan barang di pasaran.
Dalam proyeksi jangka panjang, Ardianto menilai Barito Utara mengantongi potensi agraris yang sangat melimpah untuk dikonversi menjadi lumbung pangan mandiri.
“Barito Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian. Jika produksi lokal terus ditingkatkan, maka ketahanan pangan akan semakin kuat dan stabilitas harga lebih mudah dijaga,” jelasnya.
Melalui sinergi yang terajut solid antara pemangku kebijakan, pelaku usaha, petani, hingga distributor, ia optimistis inflasi daerah dapat diredam ke angka terendah tanpa mengorbankan kesejahteraan para produsen pangan lokal.
“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Dengan langkah yang terukur dan berkelanjutan, inflasi dapat dikendalikan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” pungkas Ardianto. (red)











