Borneohits.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara (Barut), H. Al Hadi, mendorong percepatan digitalisasi naskah kuno sebagai upaya memastikan dokumen bersejarah tetap terjaga dan mudah diakses oleh generasi mendatang untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Dalam tinjauannya pada pameran naskah kuno di Muara Teweh, Al Hadi menyebutkan bahwa di tengah perkembangan teknologi, alih media ke bentuk digital adalah sebuah kebutuhan mendesak bagi penyelamatan fisik naskah yang rentan rusak.
“Digitalisasi adalah keniscayaan. Dengan cara itu, naskah kuno tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga bisa dimanfaatkan lebih luas untuk kepentingan pendidikan dan penelitian,” tegas Al Hadi, Rabu (25/2/2026).
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, naskah kuno merupakan dokumen tertulis berusia minimal 50 tahun yang memiliki arti penting bagi kebudayaan nasional dan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, digitalisasi dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan warisan masa lalu dengan kebutuhan riset modern.
Pameran naskah kuno ini dibuka untuk umum setiap Senin hingga Jumat di Perpustakaan Daerah Barito Utara.
Al Hadi berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi publik untuk menyadari betapa berharganya warisan intelektual yang dimiliki daerah.
“Dengan SDM yang memahami sejarahnya, Barito Utara akan memiliki generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan jati diri,” pungkasnya. (red)











